Sang Idola Anak Bagian 2

Petik Nilai Plus, Buang Minusnya

Ada beberapa hal penting saat anak mengidolakan seseorang, berikut di antaranya:

  1. Minta Anak Jadi Diri Sendiri

Boleh dan amat wajar anak memiliki idola. Ini merupakan proses pertumbuhan psikologis dan perkembangan anak. Tugas orangtua adalah mengarahkan anak agar bisa tetap menjadi dirinya sendiri. Dalam arti, ia masih sadar akan keunikan diri, kelebihan, potensi yang dimiliki, kepintaran, dan sebagainya.

Anak pun masih dapat mengembangkan kemampuannya tanpa terganggu perilaku sang idola. Dengan kata lain, ia masih bisa beraktivitas dengan baik. Si usia sekolah juga bisa mengambil sisi positif dari sang idola, bukan sisi negatifnya. Jika semua ini masih dapat berlangsung dengan baik, maka masih terbilang wajar. Sebaliknya, bila terlihat gelagat tidak wajar; ia sudah tidak percaya diri pada kemampuan dan gayanya.

Sehingga apa yang ia lakukan harus mirip dengan idolanya, ini yang perlu dikoreksi. Misal, ketika sang idola mengenakan pakaian mini, anak mengikuti padahal lingkungan menabukannya. Idolanya berambut gondrong, ia pun tertarik untuk memanjangkan rambutnya. Ketika sang idola merokok, anak juga tertarik menirunya. Begitu juga ketika sang idola berkata kasar, kemudian diliput di media massa, kemudian anak mencontohnya.

  1. Jangan Ganggu Fokus Belajar

Terlalu mengidolakan seseorang juga memiliki sisi negatif, salah satunya anak bisa kehilangan fokus belajar. Sudah bukan rahasia lagi, saat seseorang sudah tergila-gila dengan idola, pikirannya akan tersedot pada semua hal berbau idola. Saat idolanya pentas, entah langsung maupun di televisi, dia pasti tidak akan pernah melewatkannya. Begitu juga dengan pernakpernik idola seperti CD, poster, foto, dan lainnya, akan terus diburu.

Apalagi dengan kehadiran internet, anak lebih aktif dan mudah berburu segala hal tentang sang idola. Bukan tidak mungkin waktunya banyak terkuras untuk berburu pernakpernik sang idola, termasuk menonton lagu, berita, dan ­ lmnya di internet. Bila ini terjadi, ingatkan anak agar tetap fokus belajar.

Berikan batasan-batasan, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.Ia baru boleh menyaksikan idolanya via streaming Youtube setelah belajarnya selesai, umpamanya. Anak boleh mendengar lagu idolanya setelah makan siang dan beristirahat. Katakan pada buah hati, pembatasan itu dilakukan agar ia dapat meraih cita-cita layaknya sang idola. Tanpa ada upaya untuk belajar, mana mungkin cita-cita anak dapat digapai.

Agar anak bisa lulus masuk universitas berikan mereka pelatihan tes masuk universitas luar negeri dari awal. Sehingga mereka sudah siap apabila waktunya telah tiba.