Kwitansi: Fungsi, Ciri, Bentuk dan Contoh

Kwitansi sebenarnya sangat tidak asing di telinga kita karna kwitansi ini ada bukti atas pembayaran yang sangat sah di indonesia. nah kita juga akan membahas Contoh Kwitansi dan invoice.

Definisi Kwitansi

Kwitansi adalah dokumen atau surat yang dikirimkan oleh penjual barang atau penyedia jasa kepada pembeli atau penyewa yang menyatakan bahwa transfer uang untuk pembelian barang atau jasa leasing telah dilakukan oleh pembeli kepada penjual. Oleh karena itu, struk berisi pernyataan bahwa pembeli atau penyewa telah memberikan sejumlah uang kepada penjual. Dalam praktiknya, kwitansi biasanya juga dicap.

Kwitansi: Fungsi, Ciri, Bentuk dan Contoh

Komponen utama yang biasanya ada pada tanda terima adalah:

  1. Nama pihak yang memberikan uang.
  2. Jumlah uang dalam angka
  3. Nilai moneter dinyatakan dalam kalimat.
  4. Peruntukan pembayaran sejumlah uang.
  5. Tempat dan tanggal pengiriman uang.
  6. Nama dan tanda tangan penerima pembayaran.
  7. Nama dan tanda tangan pemberi uang.

Fungsi Kwitansi

Kwitansi itu jelas memiliki fungsi untuk penjual dan pembeli. Ini adalah beberapa fungsi penerimaan:

  1. Sebagai bukti kepada pembeli bahwa ia telah mengirimkan uang kepada penjual.
  2. Sebagai bukti kepada penjual bahwa ia telah menerima uang dari pembeli, ini berarti bahwa pembelian tidak pernah dilakukan ketika seseorang mengklaim telah membeli produk, tetapi tidak menunjukkan tanda terima.
  3. Bukti surat yang dapat diajukan ke pengadilan jika ada sengketa atau masalah hukum nantinya.

Bentuk dan Contoh Kwitansi

Dalam kehidupan sehari-hari, kami biasanya mengenali dokumen yang dipasarkan di toko alat tulis. Selain itu, ada beberapa jenis bukti lainnya. Tanda terima pembayaran di tempat-tempat tertentu juga dapat dianggap sebagai tanda terima.

Ada juga institusi atau perusahaan yang memiliki penghasilan sendiri. Dokumen khusus suatu institusi biasanya mengandung lebih banyak komponen.

Contoh Kwitansi 1

Kwitansi: Fungsi, Ciri, Bentuk dan Contoh

Contoh Kwitansi 2

Kwitansi: Fungsi, Ciri, Bentuk dan Contoh

Cara membuat tanda terima

Berikut ini adalah cara umum untuk menulis tanda terima:

  1. Masukkan nomor transaksi di area nomor. Jika Anda memiliki banyak transaksi, Anda harus mencatat nomor untuk dibedakan. Jika tidak, Anda tidak perlu menulis apa pun.
  2. Memperoleh dari: Tulis nama pemberi pinjaman. Jika Anda memerlukan nama lengkap sesuai dengan kartu ID, itu tidak akan menjadi masalah nanti.
  3. Jumlah uang: Masukkan jumlah uang dalam bentuk doa daripada dalam jumlah. Kenapa, karena kita bisa menyapa angka menulis. Misalnya, jika nilainya melebihi nol, nilainya tentu saja sepuluh kali lebih tinggi.
  4. Untuk pembayaran: Tulis tujuan penggunaan uang untuk pembayaran. Baik menyewa rumah tamu, membeli sepeda bekas atau membeli telepon baru.
  5. Masukkan angka dalam bentuk angka dalam rentang yang dihitung. Contoh Rp. 1.000.000
  6. Tulis tempat dan tanggal transaksi di sebelah kiri stempel.
  7. Jangan lupa untuk menentukan nama dan tanda tangan penerima pembayaran.
  8. Tambahkan prangko jika perlu.

Ciri Ciri Kwitansi

Kenali dan pahami karakteristik dokumen sehingga Anda tidak bingung ketika perlu menggunakannya.

  1. Secara umum, setiap tanda terima terdiri dari dua sisi, sisi luar dan bagian atas ke bawah. Dokumen luar di sisi kiri disebut sub dokumen. Sub-resi ini akan digunakan sebagai bukti penerima uang, sementara sisi kanan akan diberikan kepada kreditor sebagai bukti transfer atau pembayaran.
  2. Sementara penerimaan ditransfer ke pembayar di bagian atas dan bawah, biasanya untuk bagian atas, penerima menggunakan bagian bawah sebagai file keuangan.
  3. Isi tanda terima berisi jumlah yang dibayarkan atau dikirim dalam angka atau angka (huruf), tanggal transaksi, lokasi transaksi dan kolom tanda tangan.

Sumber Artikel : Kuliahpendidikan.com